Thoughts on ...
2020 kali ini memang sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Banyak yang berubah dari yang kita bebas mau kemana pun pergi, sekarang harus dibatasi bahkan lebih baik lagi tidak usah keluar rumah, dari yang kita bebas bersosialisasi dengan banyak orang, sekarang harus melakukan social distancing, dari yang biasanya kita mengeluh karena harus ke kantor, kampus, sekolah padahal kita masih rindu rebahan di rumah atau berlibur di hari weekend, sekarang kita mengeluh bosan karena rutinitas kita saat ini dihabiskan di rumah selama 24 jam yang sudah berlangsung selama beberapa bulan ini. Pandemi Covid-19 memang berhasil mengubah kehidupan secara total. Banyak yang akhirnya memilih kembali melakukan rutinitas diluar karena keadaan yang tidak kunjung berubah, saya mengerti bagi mereka yang akhirnya memutuskan keluar karena mata pencahariannya didapatkan melalui bekerja harian. Pandemi ini memang banyak memberi kerugian tapi tidak sedikit yang merasakan manfaatnya kok, bagi anak yang terbiasa ditinggal orang tuanya bekerja akhirnya bisa merasakan perhatian penuh dari orang tuanya, merasakan masakan ibu dan mengobrol dengan ayah. bagi orang tua yang terbiasa sibuk sampai lupa waktu dan kurang berinteraksi dengan orang rumah akhirnya bisa membangun bonding time. Dan paling penting dari pandemi ini adalah membuat kita sadar betapa pentingnya memelihara kesehatan, memang terkadang butuh sesuatu yang besar untuk menciptakan hal kecil tapi berdampak besar seperti orang-orang yang jadi rajin mencuci tangan, semoga ini terus dijaga dan menjadi kebiasaan baik yang tidak berhenti saat pandemi ini juga berhenti.
Tagline #dirumahaja sekaligus merupakan himbauan pemerintah agar masyarakat tetap stay beraktivitas di rumah, orang-orang jadi melakukan aktivitas produktif untuk menemani mereka selama di rumah. Sedangkan saya sendiri selama di rumah yang saya lakukan hanya rebahan, rebahan, rebahan lalu menonton series, baca wattpad, main twitter. Repeat!, saya tidak ada niatan sama sekali untuk membuat kue padahal thread membuat kue banyak yang mampir di timeline twitter saya, tapi hanya saya like tanpa di praktikkan. Saya juga tidak berniat mencoba membuat Dalgona Coffee padahal kopi tersebut sedang viral dan review orang-orang juga bilang kopi tersebut enak. Rutinitas saya sebegitu membosankannya bagi mereka yang produktif karena hanya rebahan, segitu cintanya saya sama rebahan makanya saya menamakan diri saya sebagai anak rebahan enthusiast. eh sempat sih saya doyan masak sampai saya buatkan thread juga kok di twitter tapi kekonsistenan saya luntur hanya bertahan selama 1 minggu karena seorang teman meng-capture hasil thread saya dan dimasukkan di stories whatsapp-nya terus dengan enteng bilang kalau saya lebay :( uh rasanya sedih tapi juga kesal, tapi harusnya saya tetap konsisten saja ya, tapi sayangnya rasa sedih dan kesal saya berubah jadi malas melanjutkan thread tersebut makanya thread yang sempat saya namakan #cookingwithiis yang dengan bangga saya sematkan di twitter akhirnya saya hapus.
Jadilah rebahan jadi aktivitas saya yang konsisten, dan membuat saya sempat insecure parah dengan teman-teman saya karena melihat mereka update berbagai kegiatan yang produktif sedangkan saya goleran di kasur padahal yang bikin saya insecure kan saya sendiri ya karena lebih memilih rebahan terus tapi entah kenapa perasaan seperti itu malah terus ada dan bertumbuh, jadilah cara saya untuk tetap namaste dan memancarkan inner peace bagi diri saya dengan meng-uninstall aplikasi instagram di hp saya selama 4 bulan, mute akun dan beberapa akun teman-teman saya malah saya block, saya tidak memikirkan jika mereka akhirnya marah karena saya block, apakah saya selfish? Mungkin. Tapi percayalah it works!, setelah saya melakukan itu ada rasa nyaman dalam diri saya, sungguh! hahaha ternyata dengan cara sesederhana itu bisa membuat saya untuk ingat bahwa salah satu kebahagian terpenting itu dengan tidak sering menyalahkan diri.
Saya kira hanya saya yang salah karena tidak ada produktif-produktifnya padahal waktu libur karena pandemi ini sangat bagus untuk mengasah keterampilan diri seperti banyak orang lainnya tapi ternyata banyak juga yang seperti saya dan menyuarakan untuk tidak usah menghakimi orang-orang yang memilih rebahan atau mencap mereka malas. Tapi saya juga tidak membenarkan kok kelakuan saya sendiri karena masuk ke bulan Juni ini, saya akhirnya memutuskan untuk melakukan aktivitas lainnya selain rebahan bukan untuk di cap produktif juga tapi karena saya sudah merasakan yang namanya bosan dan menyerah untuk goleran di kasur terus hahaha. Apa yang saya lakukan saat ini?
Kembali menulis di blog ini, beneran pikiran saya ini ruwet sekali.. saya ini anaknya sangat overthinking jadi suka pusing sendiri mau cerita ke orang tapi sering respon mereka tidak sesuai dengan yang saya harapkan, dan mencari teman yang bisa memahami itu memang sulit sekali maka beruntunglah bagi kalian yang memiliki orang seperti itu dijaga ya baik-baik, dan saya juga bukan tipe orang yang doyan curhat juga. saya tipe orang yang tertutup dan memendam sendiri dan terbiasa menjadi pendengar saat teman-teman saya curhat makanya suka pusing sendiri dan akhirnya sadar itu bukanlah sikap yang tepat dan bisa sangat berpengaruh nantinya sama kesehatan pikiran bahkan mental saya, akhirnya memutuskan memilih blog saja deh sebagai media saya dalam menuangkan sampah dalam otak saya ini biar lebih plong dan blog saya juga bisa ada isinya setelah ditinggal lama hehehe mungkin saya akan mulai konsisten menulis di blog ini :p apalagi menulis sambil mendengarkan musik di spotify semakin membuat saya semangat hahaha uhm, sekarang ini saya sedang menulis sambil menyetel soundtrack dari salah satu series Korea favorit saya loh, Hospital Playlist.
Selain itu saya jadi suka mendengarkan podcast, punya keinginan bikin podcast sendiri tapi masih belum berani soalnya saya suka kagok sendiri kalau merekam apa yang mau saya omongkan apalagi saya itu malu sekali mendengar suara sendiri hahaha jadinya mendengar podcast orang lain saja sekalian buat saya pakai belajar juga, oh iya saya lagi senang mendengar beberapa podcast dari luar negeri seperti Voxtalk, Ted, The Daily Show With Trevor Noah sambil belajar juga memperdalam listening saya yang masih jelek, dan vocabulary saya yang masih kurang :( membiasakan kuping juga sih lebih tepatnya seperti peribahasa yang mengatakan ala bisa karena biasa, nah saya ingin membiasakan mendengarkan native speaker kalo bicara itu seperti ini biar tidak bingung dan cuma bengong kalau misalnya suatu hari nanti ketemu sama bule atau saya ke luar negeri ke Eropa atau ke Amerika hehehe Aamiiin. Terima kasih buat teknologi canggih yang memudahkan segala hal, saya jadi bisa belajar otodidak dan tidak harus ke tempat les yang saya yakin akan berakhir seperti sebelumnya tidak ada peningkatan yang signifikan, mohon maaf saya bukannya skeptis tapi pengalaman saya sudah 4x les bahasa Inggris di tempat yang berbeda tapi ya segitu-gitu saja, mungkin juga karena belum menemukan tempat les yang beneran sesuai dengan yang saya mau kali ya :( ibaratnya ya kayak jodoh bisa yakin kalau itu jodoh kalau merasa cocok dan klik (apasih :p)
Oh iya, saya lagi senang zumba padahal saya senang rebahan tapi akhirnya mau olahraga bukan karena mau dibilang produktif juga sih tapi karena saya mengalami permasalahan di area tulang belakang dan pinggang yang menjadi kaku dan sakit ketika bergerak :( bikin saya sudah seperti orang tua yang terkena osteoporosis huhuhu efek jarang berolahraga sebegitu bahayanya, dan olahraga yang menurut saya tidak ribet, aman dan bisa dilakukan di rumah dan yang terpenting cocok bagi orang yang malas olahraga seperti saya zumba bisa jadi alternatif. Mungkin kalian juga tertarik dan mau mencoba zumba, yuk biar sehat.
Uhm, apalagi ya.. oh iya saya menamakan blog saya "A Penny For Your Thoughts" karena saya mau menceritakan apapun yang saya pikirkan di blog ini, menjadikan blog ini sebagai teman dan tempat saya curhat seperti yang saya bilang tadi :) karena jujur saya sekalinya nyaman bercerita suka bablas dan suka lupa waktu hehehe nah seperti sekarang ini saya sudah nulis sepanjang jalan kenangan kan, baiklah sekian dulu deh. Bye. :)
Komentar
Posting Komentar