Thoughts on ... (Ep: A Viral Challenge)

       Pagi ini setelah menjalankan kewajiban saya terhadap Tuhan, saya kemudian membuka laptop mengklik blog saya ini menuliskan pemikiran saya yang dari kemarin ingin saya tuangkan disini tapi ada beberapa hal yang harus saya selesaikan. Baiklah karena sudah punya waktu saya akan memulainya..

        Beberapa hari terakhir saya sering melihat unggahan-unggahan di salah satu media sosial tentang challenge yang meminta untuk mengunggah foto wisuda. Sebenarnya tidak ada yang salah kalau mengunggah foto wisuda di akun media sosial sendiri, saya pun saat wisuda 3 tahun lalu juga mengunggah foto wisuda saya karena bisa tiba di moment tersebut melalui perjuangan yang luar biasa tapi yang bikin pikiran saya langsung menjerit saat melihat challenge tersebut adalah tujuan challenge-nya, saya sampai harus beberapa kali baca caption-nya biar saya tidak salah memahami, tapi memang bikin saya bingung "hah sebagai hiburan buat mereka yang tidak bisa wisuda karena corona dengan mengunggah foto wisuda sendiri? are you joking me?" ya walaupun di caption tersebut juga dikatakan tidak maksud untuk pamer tapi memang beneran pamer bagi yang tidak bisa wisuda :( saya sampai sekarang masih tidak menemukan faedah dari challenge tersebut. Saya sangat menghargai tujuan mulia itu ingin menghibur mereka-mereka yang tidak bisa merasakan wisuda atau hanya wisuda secara online. Tapi memang challege ini beneran bisa memberikan hiburan maupun reinforcement bagi mereka yang tidak wisuda ya? bukannya celebration itu cuma dirasakan bagi yang mengunggah foto itu saja? tolong dong yang paham konsep dari challenge ini saya dikasih tahu. 

        Saya sempat membaca tulisan salah satu public figure di twitter yang juga turut merasakan seperti halnya saya, bingung maksud dari challenge ini dan beneran ternyata banyak juga yang bingung bahkan bagi mereka yang tidak bisa wisuda merasa tidak ada hiburan yang didapatkan selain merasa makin iri ataupun sedih melihat foto orang-orang yang bisa memakai baju wisuda dan toga. kalaupun sekalian ingin bernostalgia ya silahkan saja tapi menurut saya tidak usah sih pakai embel-embel menghibur mereka yang tidak bisa wisuda karena bagi saya ini seperti merayakan kebahagiaan dengan meminta orang-orang turut bahagia terhadap kebahagiaan kalian padahal disaat itu juga mereka sedang sedih tidak bisa seperti kalian, saya paham kalo banyak yang tergerak ikut challenge ini, orang-orang yang punya nama besar ikut terlibat hehehe. 

        Last but not least, Saya sangat mengapresiasi bagi teman-teman yang bisa menyelesaikan tanggung jawab kalian sebagai mahasiswa ditengah pandemi ini, berhasil tetap survive padahal keadaan yang tidak baik-baik saja. Congratulations to you guys, i know how difficult it is.  I salute you. saya saja menyelesaikan tesis di pandemi ini masih belum bisa huhuhu betapa kalian luar biasa tetap bertahan sampai mencapai garis finish. Reseliensi kalian sudah teruji dengan baik, sekarang nikmati waktu kalian ini tidak usah merasa iri atau bersedih karena tidak bisa merasakan wisuda, kalian terlalu berharga untuk merasa kecil karena hal tersebut. :)

Komentar