Cerita Hari Ini: Sebuah Mimpi yang Mulai Terbang

 From this: 



To this: 


(udah kek di medsos sebelah aja :p)


Dua bulan yang lalu, saya cerita tentang keikutsertaan saya di event menulis yang menjadi salah satu self healing saya selama mengalami down. Dan juga saya bilang, kalo saya sedikit kecewa dengan hasil yang saya capai di event tersebut hehehe. But now, karya saya akhirnya bisa masuk ke-250 besar dan bakal di bukukan dalam antologi puisi bersama karya Usman Arrumy. I am Happy. Truly. Truly. Truly!!! 

Kalo ditanya nyangka ngga? jawabannya ya dan tidak. Kenapa?. Gini, saya memang punya harapan one day my baby will come to born dan bisa dibaca sama orang-orang, tapi yang bikin saya tidak menyangka adalah my dreams come true so fast, uwaaaa nangis kan 😢 bukan, bukan, bukan tidak bersyukur  (yakali saya kek gitu, setelah ngalamin banyak hal yang bikin down di tahun 2020 huhuhu) justru mendapat kabar gembira dan luar biasa ini, bikin saya makin berterimakasih pada Tuhan. Ini karena hampir setengah tahun hidup saya di-2020 kebanyakan dipake buat nangis diam-diam dan gimana struggle dan ngerasa gagalnya saya sama diri sendiri (ngerasa tidak becus sebagai anak pertama yang diharap bisa membantu orang tua malah menambah beban 😢) sehingga bikin saya insecure parah, akhirnya step by step kini kepercayaan diri saya tumbuh kembali melalui nulis dan menuai hasil. 

Ini memang belum ada apa-apanya, saya sadar betul masih panjang jalan saya untuk mencapai impian saya menjadi penulis. Banyak sekali PR yang harus saya kerjakan bukan hanya menambah dan memperdalam pengetahuan saya dalam dunia nulis, writing skill saya yang harus terus diasah, membaca lebih banyak karya-karya penulis tanpa harus melihat dari nama besarnya saja tapi pure mencintai dunia menulis dan literasi tanpa pandang siapa yang membuat karya dan menghargai karya mereka. Tapi, gimana kesiapan mental dan fisik saya, gimana saya bisa membuat menulis menjadi satu-kesatuan dalam diri saya, membuat saya dan menulis adalah sesuatu yang seperti menghirup oksigen. sangat vital. Saya ingin menjadikan sebuah habit baik, dari sekian banyak habit saya yang tidak baik buat diri, ya seperti overthinking dan segala hal yang memperlambat diri saya untuk mewujudkan mimpi-mimpi. 

Saya hanya ingin menunjukkan pada diri saya, bahwa saya bukan produk gagal, saya bukan orang yang cuma bisa bermimpi besar tapi tanpa tindakan apa-apa dalam mewujudkan mimpi besar itu, tapi saya adalah orang yang mau terus berusaha meraih mimpinya, tidak putus asa dan semangat, mau bekerja keras dan selalu memperbaiki diri menjadi yang terbaik dari diri saya. Tidak mudah, memang saya akui itu. Gimana saya berada pada fase down yang luar biasa, fase yang buat saya tidak habis-habisnya membandingkan diri dengan orang lain, fase di mana saya merasa saya hanya memiliki self-esteem yang rendah. too much problematic. Benar, saya melarikan diri dengan menulis. Saya butuh tempat di mana saya merasa tidak ada yang akan men-judge kelakuan saya, yang tidak membandingkan beban hidup siapa yang paling berat, dan tidak mendengar petuah tentang kurangnya rasa syukur. Menulis adalah tempat saya menyeruakan pikiran yang mensabotase diri saya, menulis tempat saya berkeluh kesah maupun menceritakan harapan dan impian. Menulis se-luar biasa itu bagi saya. 

Mimpi saya adalah memiliki karya sendiri dan bisa di bukukan. Saya sempat tergoda untuk melakukan self-publishing banyak sekali penerbit indie yang pastinya dengan senang hati akan menerbitkannya. Tapi, setelah saya cari tahu lebih dalam lagi akhinya saya memilih mundur. Butuh biaya dan promosi. Ya, self-publishing artinya saya menerbitkan sendiri dibantu oleh penerbit. Namun, saya harus merogoh biaya yang tidak sedikit karena setiap penerbit memiliki prasyarat berbeda dalam jumlah minimum buku yang akan mereka cetak (dan pastinya memakan biaya yang uhmm banyak). Dan promosi, ya ini penting walau bukan self-publishing semuanya wajib promosi juga. Tapi beda case, jika sistem self-publishing dan kamu bukan tipe orang yang jago promosi karyamu atau yang promosinya tidak rajin like me, ya dipastikan karyamu yang sudah tercetak dan sudah berada ditanganmu itu bakal tidak laku, apalagi jika belum punya nama yang dikenal, susah banget!!! makanya saya tidak tertarik untuk saat ini. Jadilah, memilih ikutan event menulis saja, karya bisa di bukukan (jika menang atau masuk dalam 100 atau 250 besar) dan karya juga dibaca oleh juri yang memang kompeten dibidangnya. 

Saya masih berproses, apa yang saya dapatkan hari ini hanya untuk hari ini, maka besok saya harus memulai lagi dari nol, memulai lagi dengan harapan dan semangat baru. Jika Tuhan mengizinkan saya untuk mewujudkan mimpi-mimpi saya yang selalu saya gaungkan dalam hati dan doa, saya selalu berkata maka biarkanlah apa yang sedang saya lakukan ini diberikan jalannya. Dan saya percaya jalan yang sekarang saya tempuh adalah pilihan yang telah Tuhan kasih ke saya sebagai yang terbaik. Ini adalah cerita saya hari ini tentang sebuah mimpi yang mulai terbang, yang tidak hanya bersemayam dalam pikiran, hati, dan bibir saja. Saya adalah satu dari sekian banyak orang yang sedang merangkak untuk mewujudkan mimpi. Saya percaya tidak ada mimpi yang sia-sia, yang sia-sia saat tidak mau bertindak dan bergerak mewujudkannya. Semoga kita-kita yang masih memiliki mimpi-mimpi tetap terus berusaha mewujudkan dan tak pernah menyerah. 


"Dreams will come true when you takes to action and never to giving up. And dreams will come dreams when you getting to more talk only" 



Komentar