All England dan Sejarah Manis Tontowi/Liliyana

All England sebuah turnamen tertua bulutangkis yang menyimpan banyak cerita bukan hanya bagi pelaku dalam turnamen tersebut tapi bagi para penikmat yang menontonnya. Tidak heran jika turnamen ini memiliki tingkat euforia yang terbilang cukup tinggi dan selalu ditunggu.

Bagi masyarakat Indonesia sendiri, All England memang selalu memiliki cerita tersendiri dan kenangan yang akan selalu tersimpan di memori.

Dalam tulisan kali ini, yang saya tulis bertepatan dengan final All England yang tinggal beberapa jam lagi. Tidakkah kalian ikut bangga dan menangis haru ketika dengan superiornya pahlawan bulutangkis kita Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir meraih podium pertama di All England 2012? dan menjadi pasangan ganda campuran pertama dari Indonesia yang berhasil meraih gelar All England setelah puasa gelar dalam kurun waktu yang lama. Bahkan beberapa headline di koran sengaja menulis dengan huruf besar tentang kemenangan pahlawan kita itu. Bagaimana tidak, menjadi juara di negeri orang apalagi dengan gelar prestisius seperti All England siapa yang tidak akan bangga?

Berlanjut pada All England 2013 berstatus sebagai juara bertahan baik Tontowi maupun Liliyana sudah paham betul dengan apapun yang terjadi didalam lapangan, atmosfer yang terjadi ketika mereka di lapangan dan bagaimana suara riuh penonton Birmingham mendukung mereka. Bak kesetanan Tontowi maupun Liliyana bermain habis-habisan di final yang kala itu bertemu dengan rival abadi mereka Zhang Nan/Zhao Yunlei dari China. Kedua pasangan tersebut selalu menciptakan pertandingan yang apik, seru bahkan tak luput dari ketegangan. adu strategi, fisik, mental dan psikis menjadi hal yang sangat lumrrah kita jumpai. Dan hasilnya Tontowi/Liliyana mampu mempertahankan gelarnya dan berhasil membuat Zhang/Zhao harus mengakui kekuatan ganda campuran terbaik Indonesia ini. Tontowi/Liliyana meraih 2 gelar All England.

Tahun 2014. baik Tontowi maupun Liliyana bertekad menciptakan gelar hattrick di All England menilik prestasi mereka sepanjang 2014 dan bagaimana mereka berhasil mempertahankan gelar All England 2x berturut-turut rasanya tidak mustahil bagi Tontowi/Liliyana. Meskipun harus bertemu dengan lawan-lawan yang sudah tidak asing lagi namun, dalam turnamen sekelas All England apapun bisa saja terjadi dan sangat sulit memprediksi siapa yang akan menaiki podium pertama. Seakan turnamen ini memang hanya di ciptakan untuk Tontowi/Liliyana dan seperti mengulang film, di final All England Tontowi/Liliyana kembali harus berjibaku dengan lawan yang sama yaitu Zhang Nan/Zhao Yunlei. Bukan hanya faktor luck yang ikut berperan tapi kematangan emosional dan kesiapan juara dari Tontori/Liliyana yang kembalii membuktikan ke semua orang bahwa mereka mampu menjaga asa dan mempertahankan gelar prestisius tersebut dan berhasil kembali mempecundangi Zhang/Zhao dari China. Hattrick terjadi dan Tontowi/Liliyana kembali menjadi pahlawan Indonesia yang luar biasa. Menarik karena skor kemenangan Tontowi/Liliyana di All Engand 2014 sama seperti yang diperoleh di All England 2013 dengan skor 21-13, 21-17. Selain dengan lawan yang sama dan skor yang sama yang lebih menarik lagi adalah bahwa kemenangan Tontowi/Liliyana di selesaikan dengan durasi 42 menit dan itu sama dengan durasi pada All England 2013. Wow.

And Now. 2015. All England finally come true. Dan kembali mempertemukan ganda campuran pemegang hattrik All England Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dengan lawan yang 2x berturut-turut selalu bertemu di final All England Zhang Nan/Zhao Yunlei. Apakah Tontowi/Liliyana mampu mencipatakan quarted title? atau Zhang/Zhao yang berhasil memutus gelar berturut-turut Tontowi/Liliyana?. Let's see and watch. jadilah saksi dari superior mereka, and hopefully Tontowi/Liliyana can be a winner.

Komentar